top of page

MOBIL LISTRIK SEBAGAI POWER BANK RAKSASA:

CERITA V2L, CAMPING, DAN LISTRIK CADANGAN DI RUMAH

Luki Cahyadi - KOLEKSI 104

Selasa, 13 Januari 2026 15:24 WIB

WhatsApp Image 2026-01-13 at 09.38.05.jpeg

Saya cukup sering menghabiskan waktu di alam terbuka atau orang-orang menyebutnya outdoor activities seperti camping, road trip, atau sekadar bermalam di tempat yang jauh dari fasilitas lengkap. Kegiatan ini selalu memberi pengalaman yang menyenangkan dan memberikan energi positif untuk kegiatan rutinselanjutnya. Tapi siapa pun yang pernah camping pasti sepakat pada satu hal: listrik masih sering jadi masalah, meskipun di beberapa camping ground sudah menyediakan fasilitas Listrik. Kebutuhan akan Listrik ini sangat vitasl, mulai dari penerangan, mengisi daya ponsel dan kamera, sampai kebutuhan yang lebih serius seperti untuk menghidupkan alat masak memasak berbasis listrik atau laptop. Selama ini, solusi yang biasa dipakai adalah genset portabel yang biasanya berat, berisik, dan tetap punya batas atau power bank besar yang harganya selangit. Sampai akhirnya saya merasakan sendiri satu fitur mobil listrik yang mengubah cara saya melihat mobil: V2L (Vehicle-to-Load).

 

EV dengan V2L = Power Bank Raksasa Berjalan

Cara paling mudah memahami V2L adalah dengan analogi sederhana: mobil listrik dengan V2L itu seperti membawa power bank raksasa ke mana pun kita pergi. Kalau power bank kecil bisa mengisi ponsel beberapa kali, mobil listrik punya baterai jauh lebih besar—cukup untuk menyalakan berbagai peralatan listrik. Dengan V2L, mobil menyediakan stop kontak seperti di rumah. Tinggal colok, dan listrik langsung tersedia. Fitur seperti ini hampir tidak pernah ada di mobil konvensional (ICE). Mobil berbakar minyak memang punya aki, tapi kapasitasnya kecil dan hanya untuk sistem kendaraan. Mobil listrik berbeda: sejak awal memang membawa “energi besar” di dalam baterainya.

 

Pengalaman Saat Camping

Pertama kali menggunakan V2L saat camping, rasanya seperti naik kelas. Tidak ada suara genset,  tidak ada bau bahan bakar (solar atau bensin), tidak ada asap yang siap meniupkan racun sisa pembakaran bbm dan tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar minyak. Lampu tenda bisa menyala sepanjang malam, ketel listrik dan alat masak bisa dipakai dengan nyaman. Saya bisa membawa coffee maker untuk membuat capuchino, ponsel, kamera, hingga drone bisa diisi ulang kapan saja. Bahkan peralatan dari yg sederhana seperti pompa angin atau kipas kecil sampai projector, notebook, kompor Listrik induksi, coffee maker, rice cooker, bahkan mesin cuci kalau mau, bisa langsung dicolok. Yang paling terasa adalah ketenangan. Tidak ada suara mesin yang mengganggu suasana alam. Mobil benar-benar berfungsi sebagai pusat listrik yang senyap. Di titik ini, saya baru benar-benar paham: V2L bukan gimmick, tapi solusi nyata.

 

Bukan Hanya untuk Outdoor

Menariknya, kegunaan V2L tidak berhenti di alam terbuka. Justru dalam kehidupan sehari-hari, manfaatnya sering kali lebih terasa. Saat listrik rumah padam atau grid power bermasalah, mobil listrik dengan V2L bisa berfungsi sebagai genset cadangan. Bedanya, ini genset yang tidak berisik, tidak pakai BBM, tidak menghasilkan polusi dan tidak perlu dinyalakan mesin. Lampu rumah tetap bisa menyala, AC sebagai bagian kebutuhan hidup tetap dapat menghembuskan uadara dingin, kulkas dan modem internet tetap hidup Untuk yang bekerja dari rumah, laptop dan perangkat kerja tetap bisa digunakan. Semuanya cukup dengan satu kabel dari mobil. Dalam kondisi darurat, ini memberikan rasa aman yang nyata—tanpa perlu membeli genset tambahan.

 

Kenapa Mobil Konvensional (ICE) Sulit Melakukan Ini?

Pertanyaan yang sering muncul: “Kalau begitu, kenapa mobil bensin tidak bisa?” Jawabannya sederhana. Mobil bensin tidak dirancang membawa listrik dalam jumlah besar. Sistem kelistrikannya kecil dan hanya untuk kebutuhan kendaraan. Memaksakan mobil bensin menjadi sumber listrik besar justru tidak efisien dan berisiko. Sebaliknya, mobil listrik sejak awal memang dirancang membawa energi besar yang disimpan dalam baterai. V2L hanyalah cara cerdas memanfaatkan energi itu secara aman. Karena itu, fitur ini terasa alami di mobil listrik.

 

Mengubah Cara Kita Melihat Mobil

Fitur V2L mengubah cara saya melihat mobil. Mobil bukan lagi sekadar alat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia juga menjadi sumber energi bergerak. Untuk yang hobi camping, ini berarti lebih nyaman dan tenang. Untuk keluarga, ini berarti cadangan listrik saat dibutuhkan. Untuk kehidupan sehari-hari, ini berarti fleksibilitas yang sebelumnya tidak kita miliki.

 

Kecil di Brosur, Besar di Kehidupan Nyata

Di brosur, V2L sering hanya ditulis satu baris. Tapi dalam kehidupan nyata, dampaknya terasa besar—terutama bagi orang yang aktif di luar ruangan atau tinggal di area yang sesekali mengalami pemadaman listrik. Bagi saya, EV dengan V2L bukan sekadar kendaraan. Ia seperti membawa power bank raksasa yang senyap dan selalu siap.Dan mungkin di situlah daya tarik mobil listrik yang sering terlewat: bukan hanya menggantikan mobil bensin, tapi memberi kita kemampuan baru yang sebelumnya tidak pernah ada.

  • Whatsapp
  • Instagram

© 2026 by KOLEKSI CLUB.  Proudly created with Wix.com

bottom of page