KENAPA LEBIH BAIK MENGGUNAKAN MOBIL LISTRIK
Herwiandono - KOLEKSI 002
Kamis, 8 Januari 2026 14:20 WIB

Koleksi.club, 8 Januari 2026
Artikel ini ditulis oleh Penulis yang merupakan penggemar dan pengguna mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) kebetulan juga merupakan salah satu anggota Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI). Tujuan penulisan ini sebagai sharing pengalaman sekaligus memberikan motivasi untuk mempertimbangkan menggunakan mobil listrik, mengingat manfaat dan kelebihan mobil listrik dibandingkan mobil konvensional yang menggunakan BBM, baik untuk Pribadi, Lingkungan dan Pemerintah.
Penulisan artikel ini menggunakan data yang sifatnya kwalitatif sehingga tidak disebutkan sumbernya yang sifatnya juga memberikan gambaran dan informasi secara umum.
Mobil listrik pada prinsipnya sama dengan mobil konvensional yang menggunakan BBM di mana yang membedakan adalah sumber energinya untuk menggerakkan mobilnya, tentunya beserta penumpang dan barang yang dibawa. Mobil listrik sumber energinya berasal dari listrik yang disimpan di dalam Battery sedangkan mobil konvensional yang menggunakan BBM sumber energinya berasal dari Bahan Bakar Minyak (fosil), apakah Bensin atau Solar (high speed diesel oil/HSD) yang disimpan di dalam tanki karena bentuknya cair. Dengan demikian mesin sebagai penghasil tenaga juga berbeda, di mana mobil listrik menggunakan Motor Listrik dan mobil konvensional menggunakan Mesin Pembakaran Internal (Combustion Engine). Konsekuensi dari mesin pembakaran adalah menghasilkan emisi yang berupa CO2 atau bahkan CO untuk bahan bakar bensin atau CO2, CO dan SO untuk bahan bakar solar yang sangat mencemari lingkungan jika kuantitasnya cukup besar, sedangkan mobil listrik karena menggunakan motor listrik maka tidak menghasilkan emisi sama sekali atau Zero Emission.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sedang menekan emisi berupa carbon (CO2), CO maupun SO demi perbaikan lingkungan hidup dan progam ini adalah bentuk komitmen Pemerintah dalam kontribusi menanggulangi Iklim Dunia yang cenderung mengalami annomali yang semakin parah, di mana emisi carbon 60% berasal dari sektor Industri dan 40% dari sektor transportasi termasuk mobil pribadi. Salah satu opsi penanggulangan yang akan diimplementasikan Pemerintah adalah mengurangi emisi karbon oleh industri dengan penggunaan energi baru terbarukan (renewable energy) yang ramah lingkungan termasuk menonaktifkan secara gradual pembangkit (PLTU) yang berbahan bakar fosil (batubara) dan pengenaan pajak karbon sehingga mau tidak mau opsi transportasi menggunakan kendaraan yang digerakkan oleh listrik termasuk untuk penggunaan mobil pribadi adalah pilihan yang tepat.
Dengan semakin banyaknya penggunaan mobil listrik (di mana negara Indonesia sekarang sudah merupakan negara net Importir BBM), impor BBM dapat dikurangi bahkan jika penggunaan mobil listrik sudah mencapai 80% tidak perlu lagi impor BBM yang juga memakan sebagian besar APBN.
Menggunakan mobil listrik sangat nyaman dibandingkan dengan mobil konvensional yang menggunakan BBM, dalam hal lebih senyap, lebih tenang, lebih kedap dan lebih dingin karena tidak ada vibrasi, suara, dan suhu tinggi sebagai akibat operasional mesin pembakaran (combustion engine). Pada saat jalan hanya kedengaran suara ban, itupun jika jalan ditempat aspal yang sangat licin tidak kedengaran suara apa-apa tapi mobil melaju dengan halus.
Dari segi effisiensi mobil listrik jauh lebih effisien dan ekonomis dibandingkan mobil BBM. Sebagai ilustrasi jika harga BMM jenis bensin Ron 92 Rp 12.350 /L atau harga solar DEX Rp 13.600/L (harga di SPBU Pertamina) dengan konsumsi rata-rata mobil ICE bensin 10 km/liter sd 12 km/liter, maka perkilometer untuk mobil ICE kurang lebih Rp 1.112 sd 1.235. Setingkat Solar Dex Rp 13.600 dengan konsumsi rata-rata mobil BBM Solar 12 km/liter sd 15 km/liter, maka perkilometer untuk mobil BBM Solar kurang lebih Rp 910 sd 1.115.
Adapun Hitungan Penggunaan Listrik per kw di rumah Rp 1,670, dengan konsumsi rata-rata ev 7 km/kwh sd 8 km/kwh, maka perkilometer untuk EV kurang lebih Rp 208 sd Rp. 238. Untuk Listrik per kw di public/SPKLU Rp 2,500, dengan konsumsi rata-rata ev 7 km/kwh sd 8 km/kwh, maka perkilometer untuk EV kurang lebih Rp 312 sd Rp. 357.
Dari aspek performance jika kapasitas mobil BBM dapat disamakan dengan mobil listrik, ternyata akselerasi mobil listrik jauh lebih responsif daripada mobil BBM. Hal ini wajar karena mesin pembakaran untuk menghasilkan tenaga dengan torsi yang sama dengan mobil listrik memerlukan waktu sebagai akibat proses pembakaran dan sistim mekanik di dalam mesin pembakaran sehingga terdapat faktor lagging sedangkan untuk motor listrik untuk menaikkan daya atau torsi tidak terdapat proses dimaksud sehingga jauh lebih instan. Demikian pula pada saat jalan menanjak mobil listrik akan jauh lebih powerfull dibandingkan mobil BBM.
Untuk jarak tempuh dengan teknologi mobil listrik yang semakin berkembang termasuk teknologi untuk batterynya, maka jarak tempuhnya semakin jauh, jika kondisi battery penuh 100 % saat ini bisa mencapai lebih dari 600 KM.
Berdasarkan aspek pemeliharaan, ternyata mobil listrik minim perawatan dibandingkan mobil BB. Sebagai ilustrasi sesuai dengan rekomendasi pabrik mobil BBM rutin service berkala ke bengkel resmi, setiap 5000 KM atau 6 bulan sekali mana yang tercapai lebih dulu, sementara mobil listrik sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan berdasarkan waktu hanya 12 bulan (setahun) sekali, di mana biaya pengecekan dan waktu yang diperlukan mobil BBM jauh lebih besar dan lama dibandingkan mobil listrik.
Dalam rangka mempercepat penggunaan mobil listrik Pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang mengatur besarnya pajak, dalam hal ini berupa insentif pajak, seperti insentif pengurangan pajak barang mewah bagi yang telah memenuhi TKDN, insentif pengurangan PPN, insentif pembebasan Bea Balik Nama (BBN), insentif pembebasan pajak kendaraan bermotor dan tidak dikenakan pajak progresif terhadap mobil BBM yang sudah dimiliki. Khusus untuk daerah Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur mobil listrik bisa melewati daerah Ganjil Genap.
Dari penjelasan di atas masa depan moda transportasi adalah mobil listrik khususnya jika kita masih menginginkan lingkungan hidup yang sangat ramah, hijau, tidak penuh polusi dengan berbagai keunggulan dan keuntungan yang menyertainya.
Semoga tulisan tersebut dapat memberikan inspirasi kepada pembaca untuk akhirnya dapat memutuskan menggunakan mobil listrik.
