Haris Muda Pratama - KOLEKSI 035
Kamis, 8 Januari 2026 17:31 WIB
MOBIL LISTRIK VERSUS MOBIL BBM

Pendahuluan
Konsep pertama mobil listrik diperkenalkan pada tahun 1830. Artinya komersialisasi mobil listrik telah diperkenalkan pada zaman abad 19. Namun dibandingkan dengan mesin kendaraan konvensional (Internal combustion), kendaraan listrik memperlihatkan kekurangan dalam jarak tempuh, baterai yang sangat berat dan sulit untuk diisi kembali, sehingga mobil listrik sangat tidak berhasil untuk pertama kalinya diperkenalkan.
Dewasa ini, kita telah mengetahui dan menyadari krisis global energy yang terus akan kita hadapi dan dari hari ke hari semakin besar di sisi lain, kita juga menghadapi krisis lingkungan akibat pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Krisis global energi sebagai akibat dari semakin banyaknya kebutuhan mesin baik mesin untuk transportasi maupun industri yang terus menerus menyedot BBM yang kita ketahui bersama bahwa BBM berasal dari fossil yang cadangannya semakin hari semakin menipis, meskipun sudah diantisipasi dengan campuran dari bahan yang dapat terbarukan. Pembakaran dari mesin industri dan mesin transportasi menghasilkan zat yang bersifat polutif dan juga menghasilkan panas yang mempengaruhi pemanasan global. Selain itu, proses pembakaran dalam mesin-mesin tersebut juga menghasilkan kebisingan yang tidak bisa dielakkan.
Menghadapi situasi yang cukup memprihatinkan ini, para ahli yang peduli pada pelestarian ligkungan dan kalangan industri otomotif telah menghadirkan solusi dengan menciptakan moda kendaraan yang ramah lingkungan, yaitu kendaraan listrik (EV).
Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa negara sudah mengambil kebijakan untuk menggantikan mobil dengan bahan bakar minyak (BBM) dengan mobil listrik (EV) dan Indonesia termasuk salah satu negara yang sudah mengambil kebijakan elektrifikasi kendaraan bermotor dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang dilahirkan. Industri automotif dari berberbagai merk kendaraan sudah mulai merencanakan untuk memproduksi kendaraan listrik di dalam negeri.
Kenapa Harus Mobil Listrik
Konsumsi Bahan Bakar
Dari sisi keuangan dalam pengertian besaran uang yang dipakai untuk membeli bbm di mobil konvensional dibandingkan pembelian Listrik di mobil Listrik, mobil listrik jauh lebih effisien dan ekonomis yang dapat diilustrikan sebagai berikut:
Ilustrasi ini untuk harga mobil yang setara harganya
Dari simulasi tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atas biaya konsumsi energi dengan penghematan sampai dengan sd 75% .



Biaya Listrik Yang Lebih Murah Dibandingkan BBM
Harga minyak dunia yang tidak menentu dibandingkan dengan harga listrik. Harga BBM yang terkadang naik, turun dan tiba-tiba melonjak tinggi dan turun lagi. Bagaimana pun, rata-rata harga listrik di Indonesia relatif stabil dalam dekade terakhir ini. Apalagi jika energi terbarukan sebagai sumber penghasil listrik sudah banyak beroperasi di Indonesia, maka harga listrik akan lebih murah lagi. Bagi para pemilik mobil listrik, banyak yang kemudian lebih terbuka wawasannya untuk memaksimalkan anugerah Tuhan Yang Mahe Esa berupa energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik melalui perangkat PV/solar panel. Jika sudah sampai pada tahap mendapatkan energi listrik dari matahari, semakin besar efisiensi biaya listrik, meskipun harus diakui investasi di awal pada saat pemasangan PV/solar panel cukup mahal.
Biaya Perawatan Kendaraan
Teknologi yang diterapkan di mobil listrik sangat modern yang mana dapat dikatakan less maintenance (minim perawatan) dibandingkan dengan mobil konvensional. Institute for Automotive Research (IFA) Nürtingen-Geislingen University di selatan German terlah melakukan studi untuk pemakaian dan perawatan kendaraan selama 8 tahun. Dengan range yang relatif rendah yaitu 8K kilometer per tahun. Mobil konvensional yang menggunakan BBM kurang lebih membutuhkan biaya 68 juta untuk perawatan selama setahun, sedangkan untuk mobil listrik sekitar 43 juta untuk biaya perawatan per tahunnya dan umumnya untuk tahun pertama sampai dengan tahun ke tiga, biaya perawatan sampai suku cadang gratis. Bahkan saat ini banyak produsen mobil Listrik yang membebaskan biaya perawatan dan suku cadang sampai lima tahun.
Performa Saat Dikendarai
Mobil listrik sangat mengagumkan. Mesin mobil listrik memiliki Torsi instant (turning power), ketika internal combustion engine (mobil BBM) tidak bisa melakukan hal yang sama. Kita dapat melihat bahwa mobil listrik tidak ada jeda saat di gas (acceleration) dibandingkan mobil BBM.
\
Emisi Gas Buang
Perhitungan didasarkan pada emisi untuk mobil listrik beserta emisi dari industri listrik dan emisi dari batubara, gas alam, dan bahan bakar lainnya untuk membuat listrik di seluruh negara. Setelah melihat statistik yang diberikan oleh Argonne National Laboratory dan US EPA di Januari 2020, sangat jelas bahwa emisi dari mobil listrik sangat rendah dibandingakan mobil dengan BBM. Dan lagi pembuatan komponen mobil listrik 7 kali lebih rendah emisi dibandingkan mobil listrik.
